<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-567227882522258685</id><updated>2011-07-07T16:02:21.396-07:00</updated><title type='text'>Pengembangan Keilmuan Manajemen Rumah Sehat</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://abdulazizhospital.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/567227882522258685/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdulazizhospital.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>abdulaziz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>10</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-567227882522258685.post-8377255154169423269</id><published>2010-07-21T21:03:00.000-07:00</published><updated>2010-07-21T21:05:10.726-07:00</updated><title type='text'>Analisis Strategi Pemasaran Berdasarkan Konsep New Wave Marketing Di RS Zahirah Tahun 2010</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percepatan arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang semakin canggih mengubah perilaku masyarakat akan pencarian pelayanan kesehatan. Guna mengantisipasi perubahan tersebut, dunia pemasaran menyesuaikan dengan keadaan yang semakin dinamis. Era New Wave Marketing yang terjadi menjadikan hubungan pemasar dengan pelanggan lebih horizontal. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitik yang dilakukan di RS Zahirah tahun 2010. Dari hasil penelitian, RS Zahirah cukup berhasil dalam penggunaan komunitas tapi masih memfokuskan pada peningkatan kerjasama untuk menjadikan marketer RS Zahirah dibandingkan fokus pada pelanggan. Saran yang dapat diberikan adalah membentuk komunitas yang dapat merangkul pelanggan RS Zahirah, sehingga mereka menjadi lebih loyal. Dalam mendukung penerapan New Wave Marketing di RS Zahirah perlu pembenahan terhadap internal rumah sakit (meningkatkan kualitas pelayanan), sehingga RS Zahirah memiliki kredibilitas terhadap komunitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci: &lt;br /&gt;Pemasaran, Strategi Pemasaran, New Wave Marketing&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/567227882522258685-8377255154169423269?l=abdulazizhospital.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdulazizhospital.blogspot.com/feeds/8377255154169423269/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdulazizhospital.blogspot.com/2010/07/analisis-strategi-pemasaran-berdasarkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/567227882522258685/posts/default/8377255154169423269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/567227882522258685/posts/default/8377255154169423269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdulazizhospital.blogspot.com/2010/07/analisis-strategi-pemasaran-berdasarkan.html' title='Analisis Strategi Pemasaran Berdasarkan Konsep New Wave Marketing Di RS Zahirah Tahun 2010'/><author><name>abdulaziz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-567227882522258685.post-5280142234932563419</id><published>2010-03-16T20:51:00.000-07:00</published><updated>2010-03-16T20:59:32.327-07:00</updated><title type='text'>Indikator Kinerja Rumah Sakit (Penilaian Output)</title><content type='html'>1.Pelayanan Rawat Jalan (per poli)&lt;br /&gt;a.Rata – rata kunjungan/hari = jumlah kunjungan / jumlah hari buka klinik&lt;br /&gt;b.Rata – rata kunjungan baru/hari = jumlah kunjungan baru / jumlah hari buka klinik&lt;br /&gt;c.Ratio kunjungan baru dengan total kunjungan = jumlah kunjungan baru / jumlah kunjungan&lt;br /&gt;d.Prosentase pelayanan spesialistik = jumlah kunjungan spesialistik / jumlah kunjungan&lt;br /&gt;e.Ratio jumlah kunjungan dengan tenaga perawat rawat jalan = (jumlah kunjungan / jumlah hari) / tenaga perawat&lt;br /&gt;f.Ratio pasien rawat jalan dengan penduduk = jumlah pasien rawat jalan / jumlah penduduk wilayah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Pelayanan Rawat Inap (Kelas VIP, I, II, III, III anak)&lt;br /&gt;a.BOR (Bed Occupancy Rate) = {Hari Perawatan / [TT (tempat tidur) x jumlah hari]} x 100% ; adalah prosentase pemanfaatan/pemakaian tempat tidur pada suatu waktu tertentu. &lt;br /&gt;nilai ideal : 60 – 85%&lt;br /&gt;b.BTO (Bed Turn Over) = Pasien keluar (dalam setahun) / TT (tempat tidur) ; adalah frekuensi pemakaian tempat tidur. Idealnya dalam setahun, 1 TT rata – rata dipakai 40 – 50 kali&lt;br /&gt;c.LOS (Length of Stay) = HP (hari perawatan) Discharges / Jumlah pasien keluar hidup dan mati ; adalah lamanya seorang pasien dirawat. Nilai ideal : 6 – 9 hari&lt;br /&gt;d.TOI (Turn Over Interval) = (HP Max – HP rill) / jumlah pasien keluar hidup dan mati ; adalah rata – rata hari dimana tempat tidur tidak ditempati dari saat terisi ke saat terisi berikutnya. Idealnya TT kosong hanya dalam waktu 1 – 3 hari.&lt;br /&gt;e.NDR (Nett Death Rate) = Meninggal &gt; 48 jam perawatan / penderita keluar hidup dan mati ; memberikan gambaran mutu pelayanan rumah sakit. Nilai NDR yang dianggap masih dapat ditolerir adalah kurang dari 25 per 1000 pasien keluar.&lt;br /&gt;f.GDR (Gross Death Rate) = Jumlah meninggal / penderita keluar hidup dan mati ; adalah angka kematian pasien dibandingkan seluruh pasien keluar (hidup dan mati). Nilai GDR sebaiknya tidak lebih dari 45 per 1000 pasien keluar.&lt;br /&gt;g.Prosentase kematian &lt; 48 jam = jumlah meninggal &lt; 48 jam / jumlah meninggal&lt;br /&gt;h.IN (Infeksi Nosokomial) = pasien terkena IN / pasien keluar&lt;br /&gt;i.Ratio HP dengan tenaga perawat rawat inap = hari perawatan / tenaga perawat&lt;br /&gt;j.Ratio pasien rawat inap dengan penduduk sekitas RS = jumlah pasien rawat inap / jumlah penduduk sekitar RS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Pelayanan Gawat Darurat&lt;br /&gt;a.Jumlah rata – rata pasien gawat darurat per hari = jumlah emergency OP / jumlah hari&lt;br /&gt;b.Angka kematian pasien gawat darurat = pasien gawat darurat mati / jumlah pasien gawat darurat&lt;br /&gt;c.Ratio pasien gawat darurat dengan tenaga perawat yang melayani = (pasien gawat darurat / hari) / tenaga perawat yang melayani &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Pelayanan Intensif (ICU/ICCU)&lt;br /&gt;a.Rata – rata pasien intensif/hari = jumlah pasien intensif / jumlah hari&lt;br /&gt;b.Angka kematian pasien rawat intensif = pasien rawat intensif yang meninggal / jumlah pasien rawat intensif&lt;br /&gt;c.Ratio pasien intensif dengan tenaga perawat yang melayani = jumlah pasien intensif / tenaga perawat&lt;br /&gt;d.Ratio pasien intensif yang dirujuk terhadap pasien rawat intensif = jumlah pasien intensif dirujuk / jumlah pasien rawat intensif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Pelayanan Rujukan&lt;br /&gt;a.Prosentase pasien rujukan rawat jalan = jumlah pasien rujukan RJ / jumlah pasien rawat jalan&lt;br /&gt;b.Prosentase pasien rawat jalan yang dirujuk = pasien rawat jalan dirujuk / jumlah pasien rawat jalan&lt;br /&gt;c.Prosentase pasien rujukan rawat inap = jumlah pasien rujukan RI  / jumlah pasien rawat inap&lt;br /&gt;d.Prosentase pasien rawat inap yang dirujuk = pasien rawat inap dirujuk / jumlah pasien rawat inap&lt;br /&gt;e.Ratio pasien askes dengan jumlah pasien = jumlah pasien askes / jumlah pasien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Pelayanan Bedah/Kamar Bedah&lt;br /&gt;a.Rata – rata operasi/hari = jumlah operasi / jumlah hari&lt;br /&gt;b.Prosentase operasi darurat = (jumlah operasi darurat / jumlah operasi) x 100%&lt;br /&gt;c.Post operatif death rate = jumlah mati (&lt;10 hari) / jumlah operasi&lt;br /&gt;d.Post operatif infection rate = jumlah infeksi pasca bedah / jumlah operasi&lt;br /&gt;e.Post operatif length of stay (hari dirawat setelah operasi) = LD post operatif / jumlah pasien operasi keluar&lt;br /&gt;f.Anestesi death rate = mati karena anestesi / jumlah yang di anastesi&lt;br /&gt;g.Normal tissue removal rate = jumlah normal tissue / jumlah jaringan yang diperiksa&lt;br /&gt;h.Pre operatif length of stay (hari dirawat sebelum operasi)  = LD pre operatif / pasien operasi keluar&lt;br /&gt;i.Ratio HP bedah terhadap tenaga perawat = hari perawatan bedah / tenaga perawat di unit bedah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.Pelayanan Persalinan&lt;br /&gt;a.Rata – rata persalinan/hari = jumlah persalinan / jumlah hari&lt;br /&gt;b.Maternal death rate = jumlah pasien maternal yang mati / jumlah kelahiran hidup&lt;br /&gt;c.Infant mortality rate = jumlah kematian bayi / jumlah kelahiran hidup&lt;br /&gt;d.Perinatal death rate = bayi sampai umur 7 hari mati / jumlah kelahiran&lt;br /&gt;e.CSR = jumlah section Caesar / jumlah ibu melahirkan&lt;br /&gt;f.Ratio persalinan dengan tenaga bidan yang melayani = jumlah persalinan / jumlah tenaga bidan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.Pelayanan Penunjang Medik&lt;br /&gt;a.Radiologi&lt;br /&gt; i.Rata – rata pemeriksaan/hari = jumlah pemeriksaan / jumlah hari&lt;br /&gt; ii.Prosentase pemeriksaan thorax = (jumlah pemeriksaan thorax / jumlah pemeriksaan) x 100%&lt;br /&gt; iii.Prosentase pemeriksaan yang tidak ditemui adanya kelainan (diluar rujukan) = (hasil pemeriksaan tanpa kelainan / jumlah pemeriksaan) x 100%&lt;br /&gt; iv.Prosentase pemeriksaan dari luar RS = (jumlah pemeriksaan dari luar / jumlah pemeriksaan) x 100%&lt;br /&gt; v.Ratio pemakaian bahan dengan pemeriksaan = jumlah bahan yang dipakai / jumlah pemeriksaan&lt;br /&gt;b.Laboratorium &lt;br /&gt; i.Rata – rata jumlah pemeriksaan/hari = jumlah pemeriksaan / jumlah hari&lt;br /&gt; ii.Prosentase pemeriksaan rutin = (jumlah pemeriksaan rutin / jumlah pemeriksaan) x 100%&lt;br /&gt; iii.Prosentase pemeriksaan yang tidak ditemui adanya kelainan (diluar rujukan langsung) = (jumlah hasil pemeriksaan tanpa kelainan / jumlah pemeriksaan) x 100%&lt;br /&gt; iv.Prosentase pemeriksaan dari luar RS = (jumlah pemeriksaan dari luar / jumlah pemeriksaan) x 100%&lt;br /&gt; v.Pemakaian bahan pemeriksaan = jumlah bahan yang dipakai / jumlah pemeriksaan per jenis&lt;br /&gt;c.Farmasi&lt;br /&gt; i.Prosentase R/ yang dilayani rumah sakit terhadap R/RS = (R/ yang dilayani / R/RS) x 100%&lt;br /&gt; ii.Prosentase item obat yang tersedia terhadap item obat dalam formularium = (item obat tersedia / item obat formula) x 100%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.Pelayanan Penunjang Non Medik&lt;br /&gt;a.Ambulance Services&lt;br /&gt; i.Banyaknya pelayanan ambulance = jumlah pelayanan ambulance &lt;br /&gt; ii.Index cost = jumlah biaya / jumlah pelayanan&lt;br /&gt;b.Laundry&lt;br /&gt; i.Ratio banyaknya cucian dengan pasien rawat inap = (banyaknya cucian / jumlah hari) / jumlah pasien rawat inap&lt;br /&gt; ii.Index cost = jumlah biaya / jumlah yang dicuci &lt;br /&gt;c.Gizi&lt;br /&gt; i.Prosentase penyediaan makanan khusus = porsi makanan khusus / porsi semua makanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Dari Berbagai Sumber&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/567227882522258685-5280142234932563419?l=abdulazizhospital.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdulazizhospital.blogspot.com/feeds/5280142234932563419/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdulazizhospital.blogspot.com/2010/03/indikator-kinerja-rumah-sakit-penilaian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/567227882522258685/posts/default/5280142234932563419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/567227882522258685/posts/default/5280142234932563419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdulazizhospital.blogspot.com/2010/03/indikator-kinerja-rumah-sakit-penilaian.html' title='Indikator Kinerja Rumah Sakit (Penilaian Output)'/><author><name>abdulaziz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-567227882522258685.post-3661407161227065024</id><published>2009-12-08T22:02:00.000-08:00</published><updated>2009-12-08T22:04:51.740-08:00</updated><title type='text'>REVIEW UNDANG-UNDANG RUMAH SAKIT</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align: left;margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; "&gt;Oleh, Abdul Aziz&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%; font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan, besarnya pengaruh globalisasi, serta tuntutan masyarakat akan transparansi dari pelayanan kesehatan yang bermutu mengakibatkan semakin kompleknya pengelolaan rumah sakit. Oleh sebab itu, diperlukan peraturan mengenai pengelolaan institusi rumah sakit. Hal ini ditujukan agar dapat melindungi pasien, masyarakat, pemberi pelayanan kesehatan, meningkatkan mutu layanan, dan memberikan kepastian hukum. Hasilnya pada tanggal 28 September 2009 Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) telah mengesahkan beberapa undang-undang, termaksud didalamnya adalah undang-undang tentang rumah sakit. Akan tetapi, undang-undang tersebut masih menuai pro-kontra di masyarakat. Adapun poin-poin yang menjadi kritikan atas undang-undang rumah sakit yang telah disahkan, seperti:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%; font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Pertama pasal 34 ayat (1), &lt;i&gt;“kepala rumah sakit harus seorang tenaga medis yang mempunyai kemampuan dan keahlian di bidang perumahsakitan”&lt;/i&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-style:italic"&gt;,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%; font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-bidi-font-style:italic"&gt;Pasal ini menimbulkan stigma di masyarakat yang secara redaksional menunjukkan egoisme dari suatu profesi “apakah mesti seorang tenaga medis seperti dokter atau dokter spesialis memimpin sebuah rumah sakit? dan apakah profesi lain tidak mampu memimpin sebuah rumah sakit?”. Padahal yang paling penting sebagai seorang pemimpin rumah sakit adalah kompetensi secara administrasi manajemen perumahsakitan bukan kompetensi medisnya. Terbukti bahwa sangat jarang kompetensi medis yang dimiliki diterapkan dalam memimpin sebuah rumah sakit, bahkan dalam berbagai kasus pasien harus menunggu lama untuk dapat dilayani akibat dokter yang sedang mengikuti rapat direksi. Secara hakekat, sebuah institusi rumah sakit tidak hanya bergerak di bidang pelayanan medis, tetapi dapat bersifat non-medis. Bahkan, tren yang berkembang dimasyarakat sekarang adalah ketika memasuki rumah sakit terdapat nilai-nilai yang penuh &lt;i&gt;hospitality &lt;/i&gt;layaknya hotel (penampilan fisik maupun pegawai rumah sakit), tanpa mengesampingkan kualitas pelayanan kesehatannya. Oleh sebab itu, hasil sidang paripurna DPR RI tetap mensahkan undang-undang tentang rumah sakit dengan &lt;i&gt;minderheit nota&lt;/i&gt; (nota keberatan) terhadap pasal ini. Diharapkan adanya perubahan yang lebih baik di Mahkamah Konstitusi saat mengajukan &lt;i&gt;Judicial Review&lt;/i&gt; terhadap undang-undang tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%; font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-bidi-font-style:italic"&gt;Kedua pasal 32 mengenai “Hak Pasien”, perlindungan terhadap pasien, masih segar dalam ingatan kita dengan kasus Ibu Prita yang dipenjara dan harus mengganti rugi kepada rumah sakit sampai ratusan juta rupiah akibat mengirimkan email mengenai keluh kesahnya atas pelayanan yang diberikannya selama perawatan di Rumah Sakit OMNI Internasional. Oleh sebab itu, supaya tidak terjadi lagi kasus seperti Ibu Prita; undang-undang ini salah satunya mengatur hak pasien dalam menyampaikan keluh kesahnya terhadap pelayanan rumah sakit yang tidak sesuai dengan standar pelayanan kepada siapa saja, melalui media cetak ataupun elektronik. Hal ini mengindikasikan harus siapnya pihak manajemen rumah sakit membuat suatu sistem marketing atau &lt;i&gt;public relations&lt;/i&gt; (terkait &lt;i&gt;customer service&lt;/i&gt;)&lt;i&gt; &lt;/i&gt;berjalan dengan lebih baik secara profesional sebelum pasien mengutarakan keluh kesahnya ke publik. Sebagai bentuk antisipasi adalah &lt;i&gt;tag lines&lt;/i&gt; marketing “&lt;i&gt;kalau anda tidak puas beri tahu kami, kalau anda puas beri tahu rekan-rekan anda&lt;/i&gt;” seharusnya berjalan dengan baik, sehingga tidak ada pasien yang mengutarakan keluh kesahnya ke media cetak atau elektronik.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%; font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Ketiga mengenai ketentuan fasilitas dan kelas perawatan di semua rumah sakit negeri yang meleburkan perbedaan kelas perawatan menjadi 100% kelas tiga. Hal ini juga menuai pro-kontra di masyarakat. Adapun maksud dari peleburan kelas perawatan menjadi 100% kelas tiga adalah agar rumah sakit milik pemerintah tersebut dapat fokus melayani pasien yang kurang mampu/menengah kebawah, sehingga rumah sakit pemerintah tersebut benar-benar mengemban fungsi sosial tanpa berkeinginan untuk mencari keuntungan. Sedangkan beberapa pihak, seperti Kuntjoro selaku Direktur RSUD Kota Salatiga memaparkan, keberadaan klasifikasi kelas pelayanan merupakan kebutuhan pasar yang selama ini berperan membantu pemeritah. Penghapusan kelas-kelas non kelas III menurutnya justru akan semakin membebani APBN. Ketentuan fasilitas dan kelas perawatan di semua rumah sakit negeri yang harus 100% kelas tiga tidak realistis karena akan memersulit pendanaan dan operasional rumah sakit itu sendiri. (solopos.com). Sebenarnya adanya kontra dari beberapa pihak disebabkan belum adanya kepastian dari pemerintah yang membuat ketakutan dari pihak manajemen rumah sakit, apakah pemerintah mampu untuk membiayai seluruh pengelolaan rumah sakit. Karena adanya klasifikasi kelas perawatan biasanya digunakan untuk menutupi kerugian (subsidi silang), dari kelas VIP, I, atau II ke kelas III. Jika pemerintah ingin mengimplementasikan program tersebut, diharapkan benar-benar dapat mensubsidikan secara penuh agar pihak manajemen rumah sakit dapat meningkatkan mutu layanannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%; font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Terlepas dari pro dan kontra seperti yang telah dipaparkan diatas, patut disyukuri atas telah disahkannya undang-undang mengenai rumah sakit oleh DPR RI. Hal ini akan menjadi langkah awal menuju peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Indonesia. Diharapkan tidak ada lagi kasus-kasus seperti Ibu Prita dan malpraktek di Indonesia. Undang-undang tentang rumah sakit tersebut diharapkan akan memudahkan pihak manajemen rumah sakit untuk mengelola dan mengembangkan rumah sakit yang lebih bermutu dan berpihak pada rakyat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/567227882522258685-3661407161227065024?l=abdulazizhospital.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdulazizhospital.blogspot.com/feeds/3661407161227065024/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdulazizhospital.blogspot.com/2009/12/review-undang-undang-rumah-sakit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/567227882522258685/posts/default/3661407161227065024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/567227882522258685/posts/default/3661407161227065024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdulazizhospital.blogspot.com/2009/12/review-undang-undang-rumah-sakit.html' title='REVIEW UNDANG-UNDANG RUMAH SAKIT'/><author><name>abdulaziz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-567227882522258685.post-3516330308914355341</id><published>2009-12-01T10:20:00.000-08:00</published><updated>2009-12-01T10:33:13.483-08:00</updated><title type='text'>Kritisi Terhadap UU Rumah Sakit Baru</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(68, 68, 68); font-size: 14px; line-height: 23px; "&gt;&lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 11px; line-height: 11px; text-transform: uppercase; "&gt;SETELAH RUU RS INI DISETUJUI SENIN KEMARIN (28/09/09) ADA DUA ANGGOTA DPR RI DARI FRAKSI PKS DAN PAN YANG MENYAMPAIKAN INTERUPSI TERHADAP RUU RS. SALAH SATUNYA DARI FRAKSI PKS YANG MENYOROTI PASAL 34 MENGENAI "MENGHARUSKAN KEPALA RUMAH SAKIT ADALAH TENAGA MEDIS". TULISAN DI BAWAH, COPAS DARI BLOGDETIK.COM, MERUPAKAN TULISAN PENJELAS. SEDANGKAN DARI FRAKSI PAN MENYOROTI PASAL 31 AGAR KEWAJIBAN PASIEN DITULISKAN DI UU RS INI. OLEH SEBAB ITU HASIL SIDANG PARIPURNA KEMARIN TETAP MENYETUJUI RUU RS DENGAN &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic; "&gt;MINDERHEIT NOTA&lt;/span&gt; (NOTA KEBERATAN) TERHADAP DUA PASAL TERSEBUT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 11px; text-transform: uppercase; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: Arial; line-height: normal; text-transform: none; white-space: pre; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;haruskah rumah sakit dipimpin dokter?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; "&gt;sepuluh fraksi di dpr menyetujui rancangan undang-undang rumah sakit (ruu rs) dilanjutkan pada pembahasan tingkat dua pada siding paripurna dpr pada akhir masa tugasnya. fraksi pan dan pks memberikan catatan pada persyaratan kepala rumah sakit yang harus tenaga medis. dua fraksi ini menginginkan agar tenaga medis diganti dengan tenaga kesehatan, sehingga memungkinkan seluruh tenaga kesehatan selain tenaga medis diperbolehkan memimpin suatu rumah sakit. namun sampai akhir pembahasan pada rapat kerja antara pemerintah dan pansus ruu rs dpr itu, tak merubah substansi pasal yang menjadi catatan fraksi pan dan pks.&lt;/p&gt;&lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; "&gt;persyaratan kepala rumah sakit yang harus dokter atau dokter gigi inilah yang menjadi catatan saya sejak lama. apakah benar selain dokter tidak akan mampu memimpin sebuah rumah sakit? perawat, bidan, apoteker atau tenaga kesehatan lainnya tidak cukup mempunyai kompetensi terhadap hal itu? keharusan tenaga medis memimpin rumah sakit ini, apakah sudah berdasarkan &lt;em style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;evidence base?&lt;/em&gt;seberapa intensifnya keahlian sebagai dokter digunakan dalam tugasnya menjadi direktur rumah sakit?&lt;/p&gt;&lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span id="more-3" style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; "&gt;dalam ruu rumah sakit pasal 34 disebutkan bahwa kepala rumah sakit harus seorang tenaga medis yang mempunyai kemampuan dan keahlian di bidang perumahsakitan. ada beberapa alasan yang dikemukakan pemerintah dan dpr yang setuju dengan pasal ini. &lt;em style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;strong style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;pertama, lebih mudah dokter belajar ilmu perumahsakitan dibandingkan tenaga kesehatan yang mengerti perumahsakitan belajar ilmu kedokteran. &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;menanggapi alasan ini, saya menjadi bingung. apakah ini pernyataan ini berdasarkan fakta atau sekedar hipotesis belaka. selain itu logika berfikirnya menjadi rancu. disimak dari redaksi dan asal mula pasal tersebut diatas, dalam persyaratan pasal tersebut ditambahkan “mempunyai kemampuan dan keahlian dibidang perumahsakitan”. ini berarti bukan tenaga medisnya yang lebih substansial, melainkan kompetensi di perumahsakitan. sehingga logika fikirnya mestinya dibalik, jika sudah mempunyai kompetensi bidang perumahsakitan semestinya tenaga kesehatan apapun jenisnya menjadi tidak masalah.&lt;/p&gt;&lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;strong style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;em style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;kedua, tenaga kesehatan lain akan mengalami kesulitan memimpin rumah sakit yang didalamnya terdapat banyak sekali dokter dan dokter spesialis. &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;lagi-lagi alasan ini hanya merancukan logika berfikir. sebenarnya kemampuan memimpin rumah sakit didasarkan pada kompetensi ataukah egoisme profesi.  satu profesi tertentu merasa lebih dibandingkan profesi yang lain. dan apakah benar semua dokter dan dokter spesialis tidak mau dipimpin oleh kepala rumah sakit yang seorang perawat misalnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; "&gt;sekarang mari kita bicara fakta. saya mempunyai teman seorang dokter spesialis sekaligus direktur rumah sakit daerah. saya bertanya seberapa seringkah ilmu kedokteran atau ilmu spesialisnya digunakan dalam memimpin rumah sakit? dia menjawab jarang sekali. karena menjadi direktur rsud itu pekerjaannya sebagaian besar bersifat administratif. bagaimana antar unit kerja internal dapat berkoordinasi dan bekerja sama. disamping itu bagaimana pula membina hubungan dengan &lt;em style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;stakeholder&lt;/em&gt; eksternal, baik pemerintah daerah maupun masyarakat umum. memang ini tidak mewakili atau menjadi pembenaran bahwa tidak harus dokter untuk menjadi direktur rumah sakit. tetapi selayaknya menjadi bahan pertimbangan.&lt;/p&gt;&lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; "&gt;menjadi pertanyaan selanjutnya, apa bukti dan legalitas mempunyai kemampuan di bidang perumahsakitan itu? sebagaian besar menjawab harus lulusan magister perumahsakitan atau mars. dan jika melihat materi kuliah pasca sarjana perumahsakitan, maka sangat sedikit sekali menyentuh tataran teknis kedokteran. tetapi menyangkut administrasi manajemen perumahsakitan baik pelayanan kesehatan, penunjang dan administrasi keuangan. disamping itu bagaimana memberikan pelayanan prima yang berorientasi kepada kepuasan pasien dan keluarganya. karena pada hakekatnya rumah sakit bukan sekedar pelayanan medis belaka,  melainkan juga pelayanan yang bersifat non medis. justru tren yang berkembang, bagaimana rumah sakit memberikan pelayanan yang penuh &lt;em style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;hospitality&lt;/em&gt; seperti layaknya hotel tanpa mengesampingkan kualitas pelayanan kesehatannya.&lt;/p&gt;&lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; "&gt;saya beberapa kali berkunjung ke rumah sakit di daerah. betapa banyak rumah sakit milik pemerintah atau swasta mengalami kesulitan mendapatkan dokter yang berstatus tetap. sementara menjadi seorang direktur tentu harus berstatus tenaga tetap. pertanyaannya apakah rumah sakit ini harus memilih, memiliki direktur rumah sakit yang tidak tetap tetapi dokter, atau dipimpin dokter namun tidak berstatus tetap. bagaimana jika sebuah rumah sakit dipimpin oleh tenaga yang bekerja paruh waktu? sungguh pilihan yang sulit bagi pemilik rumah sakit.&lt;/p&gt;&lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; "&gt;dilihat dari sudut pandang legal, ketentuan yang tercantum dalam draf ruu rumah sakit ini merupakan kemunduran. keputusan menteri kesehatan dan kesejahteraan sosial nomor 191 tahun 2001 sebagai perubahan keempat dari peraturan menteri kesehatan nomor 159b tahun 1988 tentang rumah sakit, dinyatakan bahwa direktur rumah sakit adalah tenaga dokter atau tenaga kesehatan lain yang mempunyai kemampuan di bidang perumahsakitan, memahami dan menghayati etika profesi kesehatan khususnya etika kedokteran. namun tanpa kajian yang mendalam terhadap ketentuan ini, persyaratan itu langsung dirubah tanpa disertai data yang cukup kuat.&lt;/p&gt;&lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; "&gt;setiap akhir manajemen pelayanan rumah sakit adalah mutu pelayanan dan kepuasan pasien. siapapun kepala rumah sakitnya, tenaga medis atau tenaga kesehatan. semoga jika nanti ruu rumah sakit ini diundangkan, justru tidak membuat pelayanan rumah sakit menjadi lebih buruk ditengah jumlah dokter yang tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; "&gt;COPAS : &lt;a href="http://rumahsakit.blogdetik.com/2009/09/17/haruskah-rumah-sakit-dipimpin-dokter/"&gt;http://rumahsakit.blogdetik.com/2009/09/17/haruskah-rumah-sakit-dipimpin-dokter/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; "&gt;tgl. &lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 11px; line-height: 11px; text-transform: uppercase; "&gt;THURSDAY, SEPTEMBER 17TH, 2009...15:15&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/567227882522258685-3516330308914355341?l=abdulazizhospital.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdulazizhospital.blogspot.com/feeds/3516330308914355341/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdulazizhospital.blogspot.com/2009/12/kritisi-terhadap-uu-rumah-sakit-baru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/567227882522258685/posts/default/3516330308914355341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/567227882522258685/posts/default/3516330308914355341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdulazizhospital.blogspot.com/2009/12/kritisi-terhadap-uu-rumah-sakit-baru.html' title='Kritisi Terhadap UU Rumah Sakit Baru'/><author><name>abdulaziz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-567227882522258685.post-936806571319207945</id><published>2009-12-01T09:23:00.000-08:00</published><updated>2009-12-01T09:52:53.229-08:00</updated><title type='text'>UU Rumah Sakit; Awal Perubahan Menuju Pelayanan Kesehatan Yang Berkualitas</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: 150%"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 48px; line-height: 72px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 16px; line-height: 24px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ansi-language:SV"&gt;Ruang lingkup yang diatur dalam Undang-undang ini meliputi:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:0in; margin-left:29.85pt;margin-bottom:.0001pt;text-indent:-29.25pt;line-height: 150%;mso-list:l0 level1 lfo1;tab-stops:list 29.85pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:Arial;mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;1.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:12.0pt; line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:SV"&gt;Asas, tujuan, fungsi dan tugas rumah sakit yang menjadi landasan dan memberikan arah bagi penyelenggaraan rumah sakit sejalan dengan azas dan tujuan pembangunan nasional;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:0in; margin-left:29.85pt;margin-bottom:.0001pt;text-indent:-29.25pt;line-height: 150%;mso-list:l0 level1 lfo1;tab-stops:list 29.85pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:Arial;mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;2.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:12.0pt; line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:SV"&gt;Tanggung jawab pemerintah dalam rangka menjamin ketersediaan pelayanan yang bermutu, perlindungan hukum, menggerakkan peran serta masyarakat, pembiayaan, serta sumber daya yang diperlukan;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:0in; margin-left:29.85pt;margin-bottom:.0001pt;text-indent:-29.25pt;line-height: 150%;mso-list:l0 level1 lfo1;tab-stops:list 29.85pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:Arial;mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;3.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:12.0pt; line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:SV"&gt;Standar dan persyaratan yang harus dipenuhi dalam penyelenggaraan rumah sakit meliputi lokasi, bangunan, prasarana, ketenagaan, kefarmasian, peralatan,&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;dan perizinan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:0in; margin-left:29.85pt;margin-bottom:.0001pt;text-indent:-29.25pt;line-height: 150%;mso-list:l0 level1 lfo1;tab-stops:list 29.85pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:Arial;mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;4.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:12.0pt; line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:SV"&gt;Jenis dan klasifikasi rumah sakit yang didasarkan pada jenis dan kemampuan pelayanan;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:0in; margin-left:29.85pt;margin-bottom:.0001pt;text-indent:-29.25pt;line-height: 150%;mso-list:l0 level1 lfo1;tab-stops:list 29.85pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:Arial;mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;5.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:12.0pt; line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:SV"&gt;Penyelenggaraan rumah sakit yang berkaitan dengan badan hukum rumah sakit,&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;persetujuan tindakan kedokteran atau kedokteran gigi, pelaksanaan rekam medis, kewajiban menyimpan rahasia kedokteran; sistem rujukan, fungsi sosial, pengorganisasian, kewajiban dan hak&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;rumah sakit, kewajiban dan hak pasien, keselamatan pasien, akreditasi, penetapan pola tarif, jejaring, perlindungan hukum rumah sakit dan tanggungjawab hukum. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:0in; margin-left:29.85pt;margin-bottom:.0001pt;text-indent:-29.25pt;line-height: 150%;mso-list:l0 level1 lfo1;tab-stops:list 29.85pt"&gt;&lt;span lang="EN-ID" style="font-size:10.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:Arial;mso-ansi-language:EN-ID"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore"&gt;6.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-ID" style="font-size:12.0pt; line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-ID"&gt;Pembiayaan rumah sakit;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:0in; margin-left:29.85pt;margin-bottom:.0001pt;text-indent:-29.25pt;line-height: 150%;mso-list:l0 level1 lfo1;tab-stops:list 29.85pt"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:10.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:Arial;mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;7.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:12.0pt; line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:SV"&gt;Pencatatan dan pelaporan dalam rangka sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ansi-language:FI"&gt;Pembinaan dan pengawasan, penyidikan serta ketentuan pidana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/567227882522258685-936806571319207945?l=abdulazizhospital.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdulazizhospital.blogspot.com/feeds/936806571319207945/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdulazizhospital.blogspot.com/2009/12/ruu-rumah-sakit-awal-perubahan-menuju.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/567227882522258685/posts/default/936806571319207945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/567227882522258685/posts/default/936806571319207945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdulazizhospital.blogspot.com/2009/12/ruu-rumah-sakit-awal-perubahan-menuju.html' title='UU Rumah Sakit; Awal Perubahan Menuju Pelayanan Kesehatan Yang Berkualitas'/><author><name>abdulaziz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-567227882522258685.post-1995315153780949275</id><published>2009-11-29T05:49:00.000-08:00</published><updated>2009-11-29T05:50:40.345-08:00</updated><title type='text'>Pentingnya Peran Seorang Health Care Manager</title><content type='html'>&lt;div class="storycontent"&gt;   &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;Karir dalam manajemen pelayanan kesehatan- seperti rumah sakit, klinik, konsultan,dsb- memang bisa dikatakan sebagai &lt;em&gt;hidden career&lt;/em&gt;. Sebagai pihak yang berada di belakang layar, sudah barang tentu posisi-posisi sebagai manajer rumah sakit, &lt;em&gt;managed-care officer&lt;/em&gt;,pengendali mutu, dsb, terlupakan ketika seseorang berpikir tentang karir atau pekerjaan apa saja yang ada di sebuah institusi penyedia layanan kesehatan. Dokter, perawat, apoteker, &lt;em&gt;therapist&lt;/em&gt; dan paramedis lainnya pasti dengan mudah muncul dalam ingatan. Apakah karena peran mereka lebih besar? Tidak juga. Peran seorang manajer/ administrator pelayanan kesehatan tidak bisa dikatakan kecil. Merekalah yang bertanggung jawab untuk memastikan pelayanan kesehatan tersedia dengan kualitas yang bagus dan terjangkau bagi masyarakat. Mereka juga yang menyediakan lingkungan bekerja yang suportif bagi para dokter, perawat, dan paramedic lainnya serta lingkungan yang aman dan nyaman bagi para pasien dan keluarga. Walaupun mereka bekerja di sisi manajerial ataupun binsis di rumah sakit, kontribusi mereka tetap besar terhadap kesehatan masyarakat yang mereka layani.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;img class="alignnone size-medium wp-image-6" title="hospital2" src="http://futurersmanager.files.wordpress.com/2009/04/hospital2.jpg?w=200&amp;amp;h=300" alt="hospital2" height="300" width="200" /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;The Committee on the Costs of Medical Care ,USA&lt;/em&gt;, pada tahun 1932 pernah menyatakan bahwa “ Rumah sakit dan klinik bukan hanya insitusi medis, melainkan juga organisasi sosial dan bisnis. Keberadaan manajer/ administrator yang terlatih untuk melaksanakan tanggung jawabnya, memahami serta mampu mengintegrasikan seluruh profesi, spesialisasi dan factor- factor social ekonomi, sangat penting adanya.” Ada tiga hal yang akan selalu menjadi tujuan dari manajemen rumah sakit:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Manajer/ administrator bertanggung jawab terhadap sisi manajerial, bisnis dan keuangan dari sebuah rumah sakit, klinik, dan penyedia layanan kesehatan lainnya. Peran mereka meliputi manajemen sumber daya manusia, manajemen keuangan, akuntansi biaya, pengumpulan dan analisis data, perencanaan strategis, pemasaran, dan berbagai peran lain yan tidak kalah pentingnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; 2. Manajer/ administrator bertanggung jawab untuk menyediakan pelayanan social dasar yaitu melayani orang-orang yang membutuhkan pada saat-saat genting dalam hidupnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; 3. Manajer/ administrator bertanggung jawab untuk menjaga moral dan &lt;em&gt;culture &lt;/em&gt;organisasi; melayani pasien dengan komitmen tinggi, menjembatani berbagai profesi yang melaksanakan tugasnya di rumah sakit dan membuat keputusan terhadap berbagai masalah yang dihadapi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi, siapa bilang manajemen rumah sakit bukanlah area yang benar-benar &lt;em&gt;public health&lt;/em&gt;? &lt;em&gt;We can make a positive difference in the lives of people and communities!!&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;(Dirangkum dari &lt;em&gt;Careers in Healthcare Management: How to Find Your Path and Follow&lt;/em&gt; It by Cynthia Carter Haddock, Ph.D.; Robert A. McLean, Ph.D.; and Robert C. Chapman, FACHE (Chicago: Health Administration Press, 2002) pages 1-7)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;COPAS From :  http://futurersmanager.wordpress.com./ &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/567227882522258685-1995315153780949275?l=abdulazizhospital.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdulazizhospital.blogspot.com/feeds/1995315153780949275/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdulazizhospital.blogspot.com/2009/11/pentingnya-peran-seorang-health-care.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/567227882522258685/posts/default/1995315153780949275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/567227882522258685/posts/default/1995315153780949275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdulazizhospital.blogspot.com/2009/11/pentingnya-peran-seorang-health-care.html' title='Pentingnya Peran Seorang Health Care Manager'/><author><name>abdulaziz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-567227882522258685.post-133575982887117410</id><published>2009-10-04T21:47:00.000-07:00</published><updated>2009-10-04T21:49:22.563-07:00</updated><title type='text'>Hospitals of Jakarta and West Java; The Address</title><content type='html'>&lt;p style="margin:0in;font-weight:bold;font-family:verdana;font-size:10.0pt; color:black"&gt;DKI Jakarta&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSU Fatmawati, tipe B: Jl. RS Fatmawati Cilandak Jaksel&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Pusat Pertamina, tipe B: Jl..Kyai Maja No. 43 Jakarta Selatan&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Dareal 3 Cilandak, tipe B: Jl. Raya Cilandak Ragunan&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Jakarta, tipe C: Jl. Jend Sudirman Kav 49 Jaksel&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSJ Dharmawangsa, tipe C: Jl. Dharmawangsa Raya No. 13 Blok P II&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSB Panti Nugeraha, tipe E: Jl. Senayan No. 26 Kby Baru Jaksel&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSB Budhi Jaya, tipe E: Jl. Dr Sahardjo 120 Jaksel&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Kebayoran, tipe C: Jl..Birah III/4 Keb Baru Jaksel&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSB Asih, tipe D: Jl. Panglima Polim i/34 Jaksel&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Mata PDIS Aini, tipe E : Jl. HR Rasuna Said Jaksel&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Ketergantungan Obat, tipe C: Jl. RS FatmawatiCilandak&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Setia Mitra: Jl. Fatmawati No.80-82 Jaksel&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Tebet, tipe C: Jl. Haryono MT No.8 Jaksel&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Pondok Indah, tipe Ut: Jl. Metro Duta Kav. UE&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS MMC, tipe B: Jl. HR Rasuna Said Kav. C-21&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS THT Bedah Yay Yurino, tipe E: Jl. Ciranjang II No.20-22 Jaksel&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSU Prikasih, tipe C: Jl. RS Fatmawati Raya 74 Jaksel&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSU Gandaria, tipe D: Jl. Gandaria Tengah II/12-14 Kby Baru&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Agung, tipe Pr: Jl. Sultan Agung No.67 Jaksel&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Siaga Raya, tipe Pr: Jl. Siaga Raya Kav. 4-8&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Pasar Minggu, tipe D: Jl. Raya Ragunan P7 Jaksel&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Medistra, tipe C: Jl. Gatot Subroto Kav 59 Jaksel&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Indah Medika, tipe C: Jl. Tebet Raya No.4-8 Jaksel&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSU Tria Dipa, tipe D: Jl. Raya Pasar Minggu 3A Jaksel&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSB Duren Tiga, tipe E: Jl. PLN no. 5 Duren Tiga&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSU Persahabatan, tipe B: Jl. Raya Persahabatan Jaktim&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSU Budhi Asih, tipe C: Jl. Dewi Sartika No. 200 Jaktim&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS LPK Cipinang, tipe E: Jl. Raya Bekasi Timur 170 Jaktim&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Pusdikkes, tipe D: Jl. Raya Bogor, Kramat Jati Jakarta Tim&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Kepolisian Pusat, tipe B: Jl. RS Polri Kramat Jati Jakarta Timur&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Kesdam Jaya Cijantung, tipe D: Jl. Mahoni Cijantung II Jaktim&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS UKI Cawang, tipe C: Jl. May.Jend Soetoyo Jaktim&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSU Pasar Rebo, tipe B: Jl. TB Simatupang No. 30 Jaktim&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Mitra Keluarga, tipe D: Jl. Jatinegara Timur No. 87 Jaktim&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSIA Hermina: Jl. Jatingara Barat No. 126 Jaktim&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Ongkomulyo M C, tipe Ma: Jl. Pulo Mas Barat VI/20 Jaktim&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Islam Jakarta Timur, tipe C: Jl. Raya Pondok Kopi Jaktim&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSU Kartika Pulo Mas, tipe C: Jl. Pulo Mas Barat IV C/1 Jaktim&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSU H a r u m, tipe C: Jl. Tarum Barat Kalimalang&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Harapan Jayakarta, tipe C: Jl. Bekasi Timur Km 18 No.6 Jaktim&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Harapan Bunda, tipe C: Jl. Raya Bogor Km 22 No. 24 Jaktim&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSIA Yadika, tipe E: Jl. Pahlawan Revolusi No. 47 Pd. Bambu&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSB Yayasan Restu, tipe E: Jl. Raya Bogor Km.19 No. 3&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Dharma Nugraha, tipe Ma: Jl. Balai Pustaka Baru No. 19 Jaktim&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Mediros, tipe A: Jl. Perintis Kemerdekaan Kav. 149&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSU Haji Jakarta, tipe C: Jl. Raya Pondok Gede No. 4&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSJ Islam Bunga Rampai, tipe E: Jl. Bunga Rampai X Klender&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS PAU Antariksa, tipe C: Jl. Merpati No. 2 Halim P.K.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Bedah Rawamangun, tipe E: Jl. Balai Pustaka Raya No. 29-31&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Duren Sawit, tipe C: Jl. Duren Sawit Baru No. 2&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSU Dr Cipto Mangunkusumo, tipe A: Jl. Diponegoro No. 71 Jakarta Pusat&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS PAD Gatot Soebroto, tipe A: Jl..Dr A. Rahman Saleh 24 Jakpus&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS AL Dr Mintoharjo, tipe Tk: Jl.. Bendungan Hilir No. 117 Jakpus&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Husada, tipe B+: Jl.. Mangga Besar Raya 137/139 Jakpus&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Sint Carolus, tipe B Jl. Salemba Raya No. 41 Jakpus&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS PGI Cikini, tipe Ma: Jl. Raden Saleh No. 40 Jakpus&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Islam Pusat Jakarta, tipe B+: Jl. Cempaka Putih Tengah I/1 Jakpus&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Moh Ridwan Meuraksa, tipe Tk: Jl. Kramat Raya No. 174 Jakpus&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSB Budi Kemuliaan, tipe C: Jl. Budi Kemuliaan No.25 Jakpus&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSB Yy Pem Kesehatan, tipe C: Jl. Gereja Theresia No. 22 Jakpus&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSIA Bunda, tipe E: Jl.Teuku Cik Ditiro No. 28 Jakpus&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Jiwa Dharma Jaya, tipe E: Jl. Mangga Besar Raya 138 Jakpusk&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSK Bedah Kramat Lima, tipe E: Jl. Kramat V No.6 Jakpus&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSIA Evasari, tipe E: Jl. Rawamangun No.47 Jakpus&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Pertamina Jaya, tipe C: Jl. A. Yani No.2 Jakarta Pusat&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Jiwa Dharma Sakti, tipe Pr: Jl. Kaji No. 40 Petojo&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Moh Husni Thamrin, tipe B: Jl. Salemba Tengah 26-28 Jakpus&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS.THT Panti Raharja, tipe E: Jl. Sawo No.58-60 Jakpus&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSU Tarakan, tipe B: Jl. Kyai Caringin No. 7 Jakarta Pusat&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSK THT Bedah Proklamasi, tipe E: Jl. Proklamasi No,43 Jakarta Pusat&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Abdi Waluyo, tipe D: Jl. HOS Cokroaminoto No. 33 Jakpus&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Kramat 128, tipe Pr: Jl. Kramat Raya No. 128 Jakpus&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSK THT Prof Nizar, tipe E: Jl. Kesehatan No.9 Jakpus&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Mata Jkt Eye Centre, tipe E: Jl. Teuku Cik Ditiro 46 Jakpus&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSK Bedah Bina Estetika, tipe C: Jl. Teuku Cik Ditiro No. 41 Jakpus&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSJ Menteng Mitra Afia, tipe C: Jl. Kali Pasir No. 9&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Mitra Kemayoran, tipe C: Jl. Landas Pacu Timur Kemayoran&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSIA Puri Medika, tipe C: Jl. Sungai Bambu No. 5A&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Sumber Waras, tipe B: Jl. Kyai Tapa Grogol Jakbar&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Pelni Petamburan, tipe B: Jl. KS Tubun No. 92-94 Jakbar&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Trisna Pangastuti, tipe C: Jl. KS Tubun 79 Slipi Jakbar&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Jiwa Jakarta, tipe A: Jl. Dr Latumeten No.1 Jakbar&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Kanker Dharmais, tipe B: Jl. S Parman Kav. 84-86 Jakarta Barat&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS AB Harapan Kita, tipe B: Jl. S Parman Kav 87 Jakbar&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Jantung Harapan Kita, tipe B: Jl. S Parman Kav 87 Jakbar&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Graha Medika, tipe Ma: Jl. Raya Perjuangan Kebun Jeruk&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSK Bedah Chandera: Jl. Raya Mangga Besar No. 40 Jakbar&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSU Al-Kamal, tipe C: Jl. Raya Al-Kamal No. 2 Kedoya&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Manuela, tipe C: Jl. Mangga Besar VIII/23 Jakbar&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Patria IKKT, tipe D: Jl. Cenderawasih No. 1 Komp. Hankam&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Medika Permata Hijau, tipe Ma: Jl. Kebayoran Lama No.64 Jakbar&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSUD Cengkareng, tipe B: Perumnas Bumi Cengkareng Indah&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSIA Hermina Cengkareng, tipe E: Jl. Kintamani Raya No. 2 Daan Mogot&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSU Koja, tipe B: Jl. Deli No.4 Tg.Priok Jakut&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Akademik Atma Jaya: Jl. Pluit Raya No. 2 Jakarta Utara&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Pelabuhan Jakarta, tipe C: Jl. Kramat Jaya Tg.Priok Jakut&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSPI Prof Dr Sulianti S, tipe B: Jl. Baru Sunter Permai Raya Jakut&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Sukmul Sisma Medika, tipe C: Jl.Tawes No. 18 -20 Jakarta Utara&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSB Hermina Podomoro, tipe C: Jl. Danau Agung II No 28 Sunter Jakut&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Sunter Agung, tipe Pr: Jl. Agung Utara Raya Blok A No.1 Jakut&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Islam Sukapura, tipe E: Jl. Tipar Cakung No.5 Jakut&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Medika Griya, tipe Pr: Jl. Danau Sunter Utara Raya No. 1 Jakut&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Pluit, tipe Ma: Jl. Raya Pluit Selatan No. 2 Jakut&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Pantai Indah Kapuk, tipe Ut: Jl. Pantai Indah Kapuk Utara 3 Blok T&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Mitra Keluarga Klp Gdg: Jl. Bukit Gading Raya Kav. 2&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSIA Family: Jl. Pluit Mas I Blok A No. 2A-5A&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:Calibri;font-size:11.0pt"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-weight:bold;font-family:verdana;font-size:10.0pt; color:black"&gt;Jawa Barat&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS TP Cisarua: Jl Raya Puncak Cisarua Bogor&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSU Cibinong, tipe C: Cipayung Kec Cibinong Bogor&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Gunung Salak: Jl Cibungbulang Leuwiliang&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSU Ciawi, tipe C: Jl Raya Puncak 479 Ciawi Bogor&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Bina Husada: Jl Mayor Oking Km 01 Cibinong&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSU Sekarwangi, tipe C: Jl Siliwangi Cibadak Sukabumi&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Islam Sukabumi: Jl Cibolang Cisaat Sukabumi&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSU Pelabuhan Ratu, tipe D: Jl Rumah Sakit Pelabuhan Ratu&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSU Cianjur, tipe C: Jl Rumah Sakit No.1 Cianjur&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSB Al-Afiah: Jl Siti Jenab 49 Cianjur&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSU Majalaya, tipe C: Jl Cipaku No.35 Paseh Majalaya&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSU Cimahi, tipe C: Jl Raya Cibabat No.140 Cimahi&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Dustira, tipe 2: Jl Rumah Sakit No.1 Cimahi&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Jiwa Cimahi, tipe B: Jl Kol Masturi Cimahi&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Max I Salhuteru: Kec Ciwidey Kab Bandung&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Asadyra Cimahi: Jl Raya Cibabat No.341 Cimahi&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Islam Al Ihsan: Jl Bale Endah Kab Bandung&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSU Soreang, tipe C: Jl Alun-alun Utara Soreang&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSU Dr Slamet, tipe C: Jl Rumah Sakit Garut&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Rem 062 Guntur, tipe 4: Jl Bratayuda 101 Garut&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSU Tasikmalaya, tipe B: Jl Rumah Sakit 33 Tasikmalaya&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSB Pamela: Jl Tentara Pelajar Tasikmalaya&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Islam Tasikmalaya: Jl Tamansari Gobras Tasikmalaya&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSU Ciamis, tipe C: Jl Pahlawan No.62 Ciamis&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSU Banjar, tipe C: Banjar Kab Ciamis&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSU Kuningan, tipe C: Jl Sudirman No.68 Kuningan&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Wijaya Kusumah: Jl RE Martadinata 136 Kuningan&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Sekar Kemulyan: Jl Cigugur Kuningan&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSU Waled, tipe C: Jl Kesehatan No.1 Waled&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Pertamina Klayan: Jl Raya Klayan Cirebon&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS TP Sidawangi: Jl Sumber-Mandirancan Cirebon&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSU Arjawinangun, tipe C: Jl Pahlawan No.38 Arjawinangun&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSU Majalengka, tipe C: Jl Kesehatan No.82 Majalengka&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSU Cideres, tipe C: Jl Raya Cideres 180 Majalengka&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSU Sumedang, tipe C: Jl Palasari No.80 Sumedang&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSU Indramayu, tipe C: Jl Letjen Haryono MT Indramayu&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSU Subang, tipe C: Jl Brigjen Katamso 37 Subang&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Islam Zam Zam: Jl Letnan Joni Jatibarang&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS PTP VIII Subang: Jl Otista No.1 Subang&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Lanu Kalijati, tipe 4: Lanud Kalijati Subang&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSU Bayu Asih, tipe C: Jl Veteran No.39 Purwakarta&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Dit Lis PO Jatiluhur: Jatilihur Kab Purwakarta&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSU Karawang, tipe B: Jl Dr Taruno Karawang&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSU Bayukarta: Jl Kertabumi No.44 Karawang&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Dewi Sri: Jl Arif Rahman Hakim Karawang&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSU Bekasi, tipe B: Jl Pramuka No.55 Bekasi&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSU Mitra Keluarga Bekasi: Jl Raya A Yani Bekasi&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSU Mekar Sari: Jl Mekar Sari No.1 Bekasi&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Bhakti Husada: Jl By Pass Cikarang Bekasi&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Karya Medika: Jl Raya Cibitung Bekasi&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Budi Lestari: Jl Raya Kalimalang Bekasi&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Karya Husada: Jl Jend A Yani no.89 Cikampek&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSU PMI Bogor: Jl Raya Pajajaran No.80 Bogor&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Rem 061 Salak Bogor, tipe 4: Jl Jend Sudirman No.6-8 Bogor&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Lanud Atang Senjaya, tipe 4: Jl Raya Semplak Bogor&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSJ Dr H Marzoeki Mahdi, tipe A: Jl Dr Semeru No.114 Bogor&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Azra: Jl Raya Pajajaran 219 Bogor&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Karya Bakti: Jl Dr Semeru 120 Bogor&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSU R Syamsudin SH, tipe B: Jl Rumah Sakit No.1 Sukabumi&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Secapa Polri, tipe 4: Jl Bhayangkara No.166 Sukabumi&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSIA Ridogalih: Jl Gudang No.24 Sukabumi&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSU Assyifa Sukabumi: Jl Jend Sudirman 27 Sukabumi&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSU Dr Hasan Sadikin, tipe B: Jl Pasteur 30 Bandung&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Sartika Asih, tipe 4: Jl H Wasid No.1 Bandung&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Pusat AU Dr M Salamun, tipe 2: Jl Ciumbuleuit 203 Bandung&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Kebonjati: Jl Kebonjati 152 Bandung&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Immanuel Bandung: Jl Kopo 161 Bandung&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS ST Yusup Bandung: Jl Cikutra No.7 Bandung&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS St Borromeus: Jl Ir H Juanda No.100 Bandung&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Advent Bandung: Jl Cihampelas 161 Bandung&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS KCK Pindad, tipe 4: Jl Jend Gatot Subroto Bandung&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSU Muhammadiyah Bandung: Jl KH Ahmad Dahlan No.53 Bandung&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Bungsu: Jl Veteran No.6 Bandung&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSU Rajawali: Jl Rajawali 38 Bandung&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS PTP VIII Yung Huhn: Jl Ir H Juanda No.107 Bandung&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Lanuma Sulaiman, tipe 4: Jl Pangkalan AU Sulaiman Bandung&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSB Limijati: Jl LL RE Martadinata 39 Bandung&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSB Sariningsih, tipe 4: Jl LL RE Martadinata 9 Bandung&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Jiwa Bandung, tipe A: Jl LL RE Martadinata 11 Bandung&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Mata Cicendo: Jl Cicendo No.4 Bandung&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS TP Cipaganti: Jl Bukit Jarian No.40 Bandung&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSB Astanaanyar: Jl Astanaanyar 224 Bandung&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSIA Sukajadi: Jl Sukajadi No.149 Bandung&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSU Ujungberung, tipe D: Jl Rumah Sakit 22 Bandung&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Jiwa Hurip Waluyo: Jl Karang Tineung 1A Bandung&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Al-Islam Bandung: Jl Soekarno Hatta 644 Bandung&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSK Bedah Halmahera Siaga: Jl Halmahera No.10 Bandung&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSK Bedah Bina Sehat: Jl Raya Dayeuh Kolot Bandung&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSK Ginjal NY RA Habibie: Jl Tubagus Ismail 46 Bandung&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSU Gunung Jati, tipe B: Jl Kesambi No.56 Cirebon&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Rem 063 Ciremai, tipe 3: Jl Kesambi 237 Cirebon&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSB Panti Abdi Dharma: Jl Pulasaren No.7 Cirebon&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Pelabuhan Cirebon: Jl Sisingamangaraja Cirebon&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSB Putera Bahagia: Jl Ciremai Raya Cirebon&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Budi Luhur: Kebon Pelok Harjamukti Cirebon&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Islam Siti Fatimah: Jl Brigjen Dharsono 26 Cirebon&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSIA Sumber Kasih: Jl Siliwangi No.35 Cirebon&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSK Bedah Budi Asta: Jl Kalitanjang 51 Cirebon&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSIA Seto Hasbadi: Jl Raya Seroja 19 Bekasi Utara&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RSIA Hermina Bekasi: Jl Kemakmuran 39 Bekasi Barat&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Harapan Depok: Jl Pemuda No.10 Depok Bogor&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Bhakti Yudha: Jl Raya Sawangan Depok Bogor&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Tugu Ibu: Jl Raya Bogor Km 30 Cimanggis&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:verdana;font-size:10.0pt;color:black"&gt;RS Puri Cinere: Jl Maribaya Cinere Kab Bogor&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/567227882522258685-133575982887117410?l=abdulazizhospital.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdulazizhospital.blogspot.com/feeds/133575982887117410/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdulazizhospital.blogspot.com/2009/10/hospitals-of-jakarta-and-west-java.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/567227882522258685/posts/default/133575982887117410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/567227882522258685/posts/default/133575982887117410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdulazizhospital.blogspot.com/2009/10/hospitals-of-jakarta-and-west-java.html' title='Hospitals of Jakarta and West Java; The Address'/><author><name>abdulaziz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-567227882522258685.post-8644908290429696850</id><published>2009-09-07T00:29:00.000-07:00</published><updated>2009-09-07T00:30:09.352-07:00</updated><title type='text'>Ada Apa dengan DRG-INA...???</title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/567227882522258685-8644908290429696850?l=abdulazizhospital.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdulazizhospital.blogspot.com/feeds/8644908290429696850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdulazizhospital.blogspot.com/2009/09/ada-apa-dengan-drg-ina.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/567227882522258685/posts/default/8644908290429696850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/567227882522258685/posts/default/8644908290429696850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdulazizhospital.blogspot.com/2009/09/ada-apa-dengan-drg-ina.html' title='Ada Apa dengan DRG-INA...???'/><author><name>abdulaziz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-567227882522258685.post-4682512115916093345</id><published>2009-09-01T23:39:00.000-07:00</published><updated>2009-09-01T23:42:05.121-07:00</updated><title type='text'>Kasus Prita vs RS OMNI, sebagai bahan introspeksi diri bagi rumah sakit (Tulisan lama)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ansi-language:SV"&gt;Mencuatnya kasus RS OMNI vs Ibu Prita menjadi momok bagi Rumah Sakit OMNI Internasional. Bagaimana tidak, yang tadinya rumah sakit sudah yakin dan percaya diri akan memenangkan kasus mengenai pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Ibu Prita berbalik menjadi kasus pelanggaran HAM mengenai kebebasan berpendapat. Hal inipun didukung oleh masyarkat luas, IDI, ManKes, DPR RI, bahkan sampai ketiga calon presiden kita. Hal tersebut merupakan "bomerang" bagi rumah sakit yang sudah memenjarakan&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;mantan pasiennya Ibu Prita. Sebenarnya permasalahan ini akan terkait pada kinerja dari sistem manajemen rumah sakit tersebut. Ada 3 aspek yang dapat kita perhatikan terkait kasus tersebut. Hal ini berkaitan dengan sistem manajemen rumah sakit tersebut, yaitu manajemen pemasaran rumah sakit OMNI, manajemen kehumasan, dan komite medis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ansi-language:SV"&gt;Terkait manajemen permasaran. Dalam strategi pemasaran, menurut para ahli pemasaran bahwa konsumen merupakan raja. Begitu juga dalam dunia pelayanan kesehatan. Apalagi rumah sakit swasta yang bertitel internasional seperti RS OMNI, &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;patient-oriented&lt;/i&gt; merupakan kunci bagi rumah sakit untuk mencapai tujuan rumah sakit. Dalam pemasaran rumah sakit, &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;patient-oriented&lt;/i&gt; sangat perlu diperhatikan seperti menjaga komunikasi dengan pasien, meminta saran dan kritik kepada pasien, menjaga keharmonisan kepada pasien, bahkan jika pasien sudah lama tidak berobat di rumah sakit berusaha mencari kabar dengan menelpon pasein tersebut. Akan tetapi dalam kasus ini, RS OMNI tidak melakukan hal-hal atau langkah-langkah strategi pemasaran rumah sakit tersebut. Bahkan mantan pasien tersebut (Ibu Prita) sampai dituntut atas pencemaran nama baik rumah sakit. Memang rumah sakit dalam pemasaran tidak boleh melakukan pemasaran yang berlebih seperti pengiklanan di media-media, hal ini sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Oleh sebab itu diperlukan percitraan yang baik dari rumah sakit tersebut. Pencitraan yang baik memang perlu dikedepankan, apalagi kalau ada pasien yang mencoba untuk mecemarkan nama baik rumah sakit. Akan tetapi hal tersebut salah dilakukan oleh RS OMNI dalam menyelesaikan permasalahan dengan pasiennya. Adapun strategi yang biasa dilakukan rumah sakit dalam mengatasi komplen dari rumah sakit seharusnya adalah dengan survei kepuasan pelanggan, baik dengan cara kuisioner kepuasan pelanggan kepada pasien setelah menerima pelayanan maupun sebelum pulang dari rawat inap, kotak saran, serta penilaian kinerja karyawan dengan sistem ghost shopping oleh pihak internal manajemen rumah sakit. Yang menjadi pertanyaan apakah rumah sakit swasta yang tertitel internasional tersebut sudah melakukan hal-hal tersebut. Perlu dipertanyakan titel "internasional" tersebut? Bahkan Ibu Mankes pun pernah ngomong di media mengenai titel "internasional" tersebut? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ansi-language:SV"&gt;Aspek kedua yang perlu diperhatikan adalah aspek kehumasan. Setelah mencuatnya kasus ini ke berbagai media, baik media cetak maupun media elektronik (TV, radio, bahkan internet), pihak kehumasan RS OMNI terlihat kurang mengantisipasi kasus ini. Terbukti dari beberapa &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;press conference&lt;/i&gt; tidak mencoba untuk meng-&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;handle&lt;/i&gt; kasus ini. Yang terlihat adalah direktur utama rumah sakit, padahal yang namanya direktur rumah sakit tidak hanya menangani kasus ini saja. Banyak yang harus dikelola oleh direktur untuk internal manajemen rumah sakit. Ada langkah-langkah kehumasan yang seharusnya dilakukan oleh rumah sakit. Seharusnya sebelum kasus mengenai pencemaran nama baik rumah sakit ini berubah menjadi kasus malpraktek atau ketidakpuasan/ketidaknyamanan pelayanan yang diberikan kepada ibu prita, pihak kehumasan rumah sakit sudah dapat mengantisipasi hal tersebut. Yang dipertanyakan mengapa dengan adanya pencemaran nama baik, yang tersebar melalui email dan milist, tersebut pihak rumah sakit langsung melayangkan gugatan ke pengadilan. Tanpa melalui komunikasi secara intensif dengan mantan pasien (Ibu Prita). Hal tersebut merupakan tugas daripada kehumasan yang bertujuan untuk menginformasikan kepada pasien mengenai kasus tersebut. Kalau saja hal tersebut dilakukan, kasus ini tidak akan mencuat sampai ke DPR (yang merekomendasikan untuk mencabut izin praktik RS OMNI).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ansi-language:SV"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ansi-language:SV"&gt;Aspek ketiga mengenai komite medis yang ada di rumah sakit, sebagai komite medis salah satu fungsinya adalah mengawasi serta menilai kinerja yang telah dilakukan dokter kepada pasien. Apakah dokter tersebut sudah memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan SOP? Seperti apa kualitas pelayanan dokter tersebut? Hal tersebut yang perlu diperhatikan oleh komite medis. Komite medis berusaha bagaimana menjaga kinerja para dokter tersebut sesuai dengan SOP yang ada. Dengan memberikan rekomendasi kepada pihak manajemen, baik itu buruk maupun baik. Akan tetapi sampai kasus ini mencuat ke berbagai media, tidak adanya tindakan-tindakan yang dilakukan oleh komite medis untuk mengatasi masalah tersebut kepada dokter yang bersangkutan. Seharusnya komite medis melakukan identifikasi secara komprehensif kepada dokter tersebut mengenai kasus ini, apakah dokter tersebut sudah melakukan tugasnya sesuai dengan SOP? Setelah itu melakukan analisis permasalahan di dalam rapat komite medis. Hasil analisis tersebut kemudian akan menjadi bahan rekomendasi bagi pihak manajemen untuk pengambilan keputusan yang memudahkan direktur dalam penyelesaian permasalahan ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ansi-language:SV"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ansi-language:SV"&gt;Kalaupun hal tersebut tidak dilakukan dan kasus ini sudah mencuat/meluas ke masyarakat umum, seperti "nasi yang sudah menjadi bubur". Ada beberapa point yang seharusnya dilakukan oleh rumah sakit sebagai bahan rekomendasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top:0in" start="1" type="1"&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;mso-list:l0 level1 lfo1;      tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:12.0pt;line-height:      150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:SV"&gt;Dalam      persidangan pidana melawan prita, kemungkinan kecil untuk memenangkan      kasus ini. Hal yang perlu dilakukan adalah mengadakan mediasi secara      kekeluargaan. Memang kalau pihak rumah sakit langsung mencabut tuntutannya      seperti rekomendasi, baik dari IDI maupun DPR RI, rumah sakit akan      kalah/menyesal kalau sampai Ibu Prita balas menuntut RS OMNI dalam kasus      pelanggaran HAM. Oleh sebab itu diperlukan mediasi secara kekeluargaan,      agar nantinya rs omni dapat mencabut tuntutannya dan ibu prita tidak balas      menuntut balik rumah sakit. Hal ini perlu adanya keikhlasan, baik dari      rumah sakit maupun ibu prita selaku korban.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;  &lt;ol style="margin-top:0in" start="2" type="1"&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;mso-list:l0 level1 lfo2;      tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:12.0pt;line-height:      150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:SV"&gt;Selanjutnya      peran penting kehumasan dalam memperbaiki citra rumah sakit. Diperlukan      langkah-langkah strategis untuk meningkatkan citra rumah sakit yang      tadinya buruk di mata masyarakat menjadi baik. Hal ini dapat dilakukan      dengan memberikan komunikasi kepada seluruh karyawan rumah sakit untuk      memberikan pelayanan kesehatan secara baik, mulai dari depan (satpam, &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;front office&lt;/i&gt;, dokter, suster, serta      pihak manajemen) secara santun, sopan, murah senyum, empati, dan melakukan      tugas sesuai dengan SOP yang ada. Dengan begitu, pasien yang datang merasa      atau beranggapan bahwa persangkaan masyarakat luas mengenai rs omni itu      salah. Selain itu pengkomunikasian hak-hak dan kewajiban pasien      menggunakan selembaran, &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;leaflet&lt;/i&gt;,      dan &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;banner&lt;/i&gt; yang dipajang di &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;front office&lt;/i&gt; dan ruang tunggu      pasien akan menjadi hal yang baik. Sehingga pasien atau konsumen dapat      mengetahui hak dan kewajiban mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;  &lt;ol style="margin-top:0in" start="3" type="1"&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;mso-list:l0 level1 lfo3;      tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:12.0pt;line-height:      150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:SV"&gt;Terakhir      adalah evaluasi sistem manajemen rumah sakit tersebut. Hal-hal atau      langkah-langkah yang dianggap kurang baik atau menghambat diharapkan dapat      diidentifikasi yang kemudian disingkirkan/dihapuskan, sehingga perencanaan      selanjutnya dalam pengembangan organisasi rumah sakit dapat menjadi baik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ansi-language:SV"&gt;Diharapkan setelah kasus ini berakhir, tidak ada lagi kasus RS OMNI vs Ibu Prita di seluruh rumah sakit se-Indonesia. Hal ini dapat terjadi kalau saja rumah sakit dapat menjaga mutu mereka dan menjalankan tugasnya sesuai dengan SOP atau aturan yang ada. Kemudian diharapkan RUU Perumahsakitan nanti dapat menjadi peraturan yang mengatur seluruh kegiatan-kegiatan yang ada di rumah sakit dan selalu berpihak pada rakyat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/567227882522258685-4682512115916093345?l=abdulazizhospital.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdulazizhospital.blogspot.com/feeds/4682512115916093345/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdulazizhospital.blogspot.com/2009/09/kasus-prita-vs-rs-omni-sebagai-bahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/567227882522258685/posts/default/4682512115916093345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/567227882522258685/posts/default/4682512115916093345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdulazizhospital.blogspot.com/2009/09/kasus-prita-vs-rs-omni-sebagai-bahan.html' title='Kasus Prita vs RS OMNI, sebagai bahan introspeksi diri bagi rumah sakit (Tulisan lama)'/><author><name>abdulaziz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-567227882522258685.post-2657815453079142681</id><published>2009-09-01T22:51:00.000-07:00</published><updated>2009-09-01T23:24:42.691-07:00</updated><title type='text'>Hospital "Rumah Sehat atau Rumah Sakit"</title><content type='html'>Hospital merupakan sebuah institusi pelayanan kesehatan "medical care" secara menyeluruh, baik preventif, promotif, kuratif, maupun rehabilitasi; dengan mempertimbangkan nilai-nilai sosial. Di Indonesia kata Hospital berarti Rumah Sakit "Tempat tinggal bagi orang-orang sakit, tempat yang tidak menyehatkan dikarenakan menjadi sumber penyakit dari para pasiennya". Hal ini berlainan dengan konsep Hospital itu sendiri. Hospital adalah rumah atau tempat dimana orang yang sakit dengan berkunjung ke Hospital akan mendapat pengobatan dan perawatan sampai sembuh dari penyakitnya. Secara tidak langsung akan mempengaruhi pandangan masyarakat Indonesia terhadap Hospital. Oleh sebab itu, menjadi pertanyaan banyak pemerhati kesehatan akan nama Rumah Sakit di Indonesia. &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/567227882522258685-2657815453079142681?l=abdulazizhospital.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdulazizhospital.blogspot.com/feeds/2657815453079142681/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdulazizhospital.blogspot.com/2009/09/hospital-rumah-sehat-atau-rumah-sakit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/567227882522258685/posts/default/2657815453079142681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/567227882522258685/posts/default/2657815453079142681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdulazizhospital.blogspot.com/2009/09/hospital-rumah-sehat-atau-rumah-sakit.html' title='Hospital &quot;Rumah Sehat atau Rumah Sakit&quot;'/><author><name>abdulaziz</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
